Luapan debit air yang besar tidak hanya merendam puluhan hektar sawah warga, tetapi juga memutus akses mobilitas masyarakat akibat rapuhnya jembatan penghubung di wilayah Desa Kubang Baros tersebut, pada Senin 12/01/2026.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Cinangka menyebabkan aliran air meluap hingga menutupi jembatan, Kondisi jembatan yang kian rapuh dan terendam air membuat warga tidak berani melintas karena risiko keselamatan.
Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, baik untuk jalur transportasi harian maupun akses utama para petani menuju lahan garapan.
"Masyarakat tidak bisa beraktivitas untuk melewati jalan karena jembatannya terbawa arus dan semakin rapuh. Padahal ini jalan alternatif utama bagi warga dan petani," ujar Sukmadi, salah seorang warga setempat, Selasa (13/1/2026).
Selain masalah akses, sektor pertanian menjadi sektor yang paling terdampak. Luapan air yang tidak terkendali masuk ke area pesawahan warga akibat sistem irigasi yang tidak mampu menampung debit air.
Akibatnya, para petani di Desa Kubangbaros Kecamatan Cinangka terancam mengalami gagal panen total. Genangan air yang tinggi menyebabkan tanaman padi yang baru ditanam maupun yang siap panen menjadi rusak dan busuk.
"Kami sangat mengeluh karena sawah kebanjiran. Petani disini semuanya terancam gagal panen akibat air yang meluap sangat besar saat musim hujan ini udah bertahun tahun belum ada perhatian dari pemerintah," tambah Sukmadi.
Warga Kubangbaros berharap Pemerintah Kabupaten Serang maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan normalisasi dan perbaikan pada sistem irigasi di wilayah tersebut. Menurut warga, buruknya drainase menjadi penyebab utama air selalu meluap ke pemukiman dan lahan pertanian setiap kali musim penghujan tiba.
"Masyarakat meminta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki irigasi agar saat hujan deras, air tidak lagi meluap ke pesawahan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya menyelamatkan sisa hasil tani yang bisa diamankan, sembari menunggu adanya bantuan dari pemerintah daerah setempat.(Jhon Nusi-red).


