SERANG, Detikflash.net - Kepala Desa (Kades) Curug Sulanjana dan petugas Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Curug Sulanjana diduga melakukan manipulasi data penerima bantuan sosial tersebut. Tudingan ini muncul akibat tidak dilibatkannya seluruh Rukun Tetangga (RT) dalam proses pendataan warga penerima PKH.
Menurut Heri salah seorang RT setempat, Kades dan petugas PKH hanya melibatkan beberapa RT saja dalam pendataan. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik nepotisme dan manipulasi data penerima yang sebenarnya.
"Miris, diduga ada unsur nepotisme karena RT 02, RT 03, RT 05, dan RT 06 tidak dilibatkan dalam monitoring serta pendistribusian bantuan PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Padahal, program Kementerian Sosial ini seharusnya didampingi oleh RT setempat," ujar Heri kepada media di kediamannya, Senin (24/11/2025).
Heri berharap adanya transparansi dari pengurus dan petugas PKH desa agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak ada oknum yang melakukan manipulasi data.
Menanggapi hal ini, Rudi, seorang aktivis anti-korupsi Kabupaten Serang, menyatakan akan melaporkan dugaan tersebut ke pihak terkait jika laporan warga tidak ditanggapi oleh Kades.
"Ada laporan warga terkait Kades Curug Sulanjana dan pengurus PKH yang diduga memanipulasi data dan melakukan nepotisme. Sesegera mungkin kami akan membuat laporan ke dinas terkait agar penerima PKH di desa tersebut bisa transparan dan tepat sasaran," tegas Rudi saat ditemui.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan manipulasi data PKH dan nepotisme yang terjadi di Desa Curug Sulanjana.(neni/red).


