Mancak, Serang (Banten) – Tuak lahang kelapa atau tuak nira kelapa, minuman beralkohol hasil proses fermentasi, menjadi primadona di kalangan pengepul dari wilayah Serang, Ciruas dan Cilegon. Produksi asal Mancak ini bahkan disebut sebagai yang paling baik dengan rasa khas dan kadar alkohol (soda) yang tinggi.
Informasi ini disampaikan oleh seorang pengepul asal Serang Ciruas saat mengangkut puluhan derigen tuak untuk dibawa ke Serang. "Ini mah tuaknya bagus pak, alkohol dan sodanya tinggi, dua hari sekali ngambil kesini pake mobil," ujar sumber pengepul dari serang yang tidak ingin disebutkan namanya saat ditemui di lokasi penimbunan tuak di Mancak, Rabu 19/01/2026.
Secara umum, tuak termasuk dalam kategori Minuman Beralkohol Tradisional atau Fermentasi. Kadar alkoholnya berkisar antara 4 hingga 10 persen atau lebih, tergantung pada lama penyimpanan dan proses fermentasi. Semakin lama waktu penyimpanan, kadar alkoholnya akan semakin meningkat sehingga dapat menyebabkan efek memabukkan serta play jika dikonsumsi berlebihan. Tuak Nira, selain harganya murah sanggat di sukai baik oleh kaum anak mudan dan dewasa.
Dari sisi penjualan, harga satu derigen tuak lahang kelapa dari Mancak ini dibandrol kurag lebih Rp130.000/derigen, memang mengiurkan bisnis tuak ini, selain praktis tentu sangat mudah dalam peredaranya di mancak. Menurut J (42), penjual tuak setempat, aktivitas pembelian oleh pengepul dari Serang berlangsung secara rutin. "Satu derigen dijual Rp130.000, setiap dua hari sekali kadang mereka turun ke sini untuk membeli puluhan derigen tuak," kata J.
Penjual tuak memilih menjual langsung air tuak (Nira) lantaran Simple tidak ribet dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengahsilkan pundi cuan, dibanding untuk pembuatan gula prosesnya lama.(*/red).




