Dalam forum tersebut, penanganan banjir dan penguatan infrastruktur lingkungan menjadi poin utama yang diusulkan oleh masyarakat.
Lurah Karang Asem, H. Safiudin, menyatakan bahwa arah pembangunan tahun 2027 masih akan menitikberatkan pada sektor infrastruktur, namun dengan penekanan khusus pada mitigasi bencana banjir di wilayahnya.
"Musrenbang kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita fokuskan pada penanganan banjir. Selain itu, infrastruktur tetap menjadi prioritas pengajuan masyarakat, seperti Penerangan Jalan Lingkungan (PJL), drainase, TPT (Tembok Penahan Tanah), paving block, hingga hotmix jalan," ujar Safiudin saat ditemui di lokasi, Rabu.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun khidmat ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari legislatif hingga tokoh masyarakat.
Hadir di antaranya Anggota DPRD Kota Cilegon Fraksi Golkar, Hj. Abadiyah; Kasi Pembangunan Kecamatan Cibeber, H. Holilullah; perwakilan Bappeda, Supriyatna; serta pendamping DPW-Kel, Dicki Irawan. Unsur TNI-Polri melalui Babinsa Sertu Supriyanto dan Bhabinkamtibmas Aipda Prasetia Mudatama juga tampak mengawal jalannya diskusi bersama Ketua Pokmas, Mashuri, serta puluhan Ketua RT dan RW, Kader Posyandu dan Ibu - Ibu PKK.
Safiudin berharap aspirasi yang telah ditampung dalam Musrenbangkel ini dapat dikawal dengan baik hingga ke tingkat kota agar dapat terealisasi pada tahun mendatang.
"Kami berharap pengajuan warga pada musrenbang tingkat kelurahan ini bisa direalisasikan pada tahun depan (periode anggaran berjalan), guna meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan warga Karang Asem," pungkasnya.
Diskusi berjalan interaktif dengan masukan dari para ketua RT/RW yang memaparkan kondisi terkini di lingkungan masing-masing, terutama titik-titik rawan genangan saat intensitas hujan tinggi.(*/red).



