Dalam forum tersebut, mitigasi bencana longsor dan normalisasi aliran sungai menjadi aspirasi utama yang didorong oleh masyarakat demi mengamankan sektor permukiman dan pertanian.
Lurah Taman Baru, Furkon, menjelaskan bahwa meskipun pembangunan infrastruktur tetap menjadi usulan rutin, tahun ini pihaknya memberikan perhatian khusus pada penanganan titik-titik rawan longsor.
"Fokus utama kami adalah meminimalisasi potensi longsor. Selain itu, infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas pengajuan masyarakat, seperti Penerangan Jalan Lingkungan (PJL), perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), drainase, TPT (Tembok Penahan Tanah), serta pemasangan paving block," ujar Furkon saat ditemui di kantornya.
Ia berharap seluruh usulan yang telah disepakati dalam forum tingkat kelurahan ini dapat dikawal dengan baik hingga ke tingkat kota. "Harapannya, usulan masyarakat ini dapat direalisasikan sepenuhnya pada tahun anggaran mendatang," tambahnya.
Sementara, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Taman Baru yang juga menjabat Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Fatoni, menyuarakan urgensi normalisasi sungai di wilayah tersebut. Menurutnya, pendangkalan sungai telah memberikan dampak buruk bagi sektor pertanian warga.
"Warga meminta adanya normalisasi Sungai Bayur dan Sungai Kali Buah Sikat. Saat ini terjadi pendangkalan akibat limbah pasir, yang dampaknya langsung dirasakan oleh para petani karena air meluap dan membanjiri area persawahan," kata Fatoni.
Fatoni menegaskan bahwa normalisasi ini mendesak dilakukan agar fungsi irigasi kembali optimal dan produktivitas lahan sawah milik warga tidak terganggu.
Gelaran Musrenbangkel ini berlangsung khidmat dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan. Turut hadir Camat Citangkil, Ikhlasinnufus, Sekretaris Lurah, Endang Suhada, perwakilan Bappeda, Holilurohman, pendamping DPW-Kel, Uso Sutoyo, serta utusan Bagian Administrasi Pembangunan (Adpem), Mimin Aliya, Kasi Pembangunan Ida Wahida.
Pada kegiatan musrenbagkel juga turut dihadiri, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta dihadiri oleh tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kader Posyandu, penggerak PKK, Ketua RT dan RW se-Kelurahan Taman Baru, dan staff kelurahan.(*/red).



