Iklan

Pelatihan Guru Kreatif Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar di Kota Cilegon

Detikflash
Sabtu, 17 Januari 2026, 04:46 WIB Last Updated 2026-01-17T12:46:06Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


 

Cilegon,Detikflash— Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan terus dilakukan di Kota Cilegon. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menghadiri kegiatan pelatihan dan sharing pembelajaran yang diselenggarakan oleh FKS Inspire dengan tema “Guru Kreatif, Siswa Aktif: Strategi Mengajar Numerasi, Literasi, dan Kelas Menyenangkan”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di PT Bungasari Flour Mills, Kecamatan Ciwandan, pada Sabtu (17/01/2026), dan diikuti oleh 39 peserta yang terdiri dari kepala sekolah serta guru dari enam Sekolah Dasar Negeri (SDN), yakni SDN Tegalratu, SDN Ciwandan, SDN Tegal Kidondong, SDN Jangkar, SDN Cilegon 01, dan SDN Kebon Dalem.

Pelatihan ini bertujuan membekali para pendidik dengan wawasan dan keterampilan praktis agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan, serta relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi.




Mewakili Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Drg. Rully, MM, selaku Kasi SD, hadir memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya guru untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, serta memiliki kesabaran dan ketulusan dalam mendidik.

“Tidak ada murid yang bodoh. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas guru adalah sabar, terus memberi motivasi, dan tidak mudah menyerah,” ujar Drg. Rully.

Ia juga menyampaikan kisah teladan dari Imam Syafi’i dalam mendidik muridnya sebagai pengingat bahwa proses belajar membutuhkan kesabaran, doa, dan keyakinan. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri siswa agar tidak mudah putus asa dalam belajar.




Selain itu, Drg. Rully menegaskan pentingnya hubungan harmonis antara guru, siswa, dan orang tua. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses di sekolah, tetapi juga dukungan dan kondisi lingkungan keluarga.

“Komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua akan menciptakan sinergi positif demi keberhasilan anak,” katanya.

Ia juga mengajak peserta memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal. Menurutnya, fasilitas sekolah negeri sejatinya tidak kalah dengan sekolah internasional, asalkan didukung kreativitas guru, konsistensi aturan, serta pemanfaatan media pembelajaran yang ada.

“Dengan kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan media yang sederhana serta aplikasi gratis, sekolah negeri mampu bersaing dan menghasilkan lulusan berkualitas,” jelasnya.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di sekolah internasional, yakni Nane Magdalena T., S.Pd., M.Pd. (alumni Universitas Pelita Harapan) dan Al Hakim, S.Pd. (alumni Universitas Bina Nusantara). Keduanya memaparkan materi tentang manajemen kelas, strategi pembelajaran literasi dan numerasi, media pembelajaran kreatif, serta sistem pembelajaran di sekolah internasional.

Selama sesi berlangsung, para peserta diajak berdiskusi aktif dan mempraktikkan langsung berbagai metode pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Guru didorong untuk melibatkan siswa dalam penyusunan aturan kelas, menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, serta menghindari pelabelan negatif yang dapat memicu perundungan.

Selain itu, peserta juga dibekali strategi pemanfaatan sarana sekolah seperti ponsel, televisi, speaker, dan pengaturan ruang kelas secara kreatif agar pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam pengembangan pembelajaran literasi dan numerasi yang berorientasi pada kebutuhan siswa. Kolaborasi antara Dindikbud Kota Cilegon, FKS Group, dan para pendidik SDN diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar.

“Semoga kegiatan ini mampu menambah wawasan, meningkatkan keterampilan guru, dan melahirkan siswa-siswa yang ceria, kreatif, serta berprestasi,” pungkas Drg. Rully.

Komentar

Tampilkan

Terkini