Pandeglang, CIKEDAL - Detikflash.net – Tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Cipicung, Kecamatan Cikedal, kini tengah menjadi sorotan tajam. Berdasarkan hasil kunjungan lapangan (Kunlap) yang dilakukan pada Selasa (20/1/2026), ditemukan sederet kejanggalan serius mulai dari hilangnya dokumen perencanaan hingga unit usaha yang terbengkalai. Hal tersebut di ketahui pada, Selasa 27/01/2026.
Melalui surat Linlap, Tim kunjungan lapangan yang terdiri dari unsur Kasi Pembangunan Kecamatan Cikedal, Pendamping Desa, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mencatat sedikitnya lima poin penting yang menunjukkan adanya manajemen yang diduga kurang profesional di tubuh BUMDesa desa cipicung.
Salah satu temuan yang paling fatal, tidak ditemukannya dokumen perencanaan BUMDesa. Padahal, dokumen ini merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi dan transparansi anggaran.
Selain itu, pada surat pernyataan tim pemeriksa mendesak pengurus BUMDesa Cipicung untuk segera menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).
"Segera selesaikan administrasi dan LPJ kegiatan, baik dari anggaran Ketahanan Pangan maupun kegiatan lain yang bersumber dari Dana Desa dan Banprov," tulis tim dalam berita acara resmi yang diterima detikflash.net
Meski demikian, Kondisi di lapangan menunjukkan fakta yang memprihatinkan pada sektor unit usaha. Usaha kafe milik BUMDesa dilaporkan berhenti beroperasi. Alasannya pun tergolong klasik namun fatal. status pekerja yang tidak jelas. Akibatnya, pada surat tersebut tim merekomendasikan adanya evaluasi total terhadap kelayakan usaha untuk tahun mendatang.
Tak berhenti di situ, sektor peternakan juga didera persoalan serupa. Saat tim mengunjungi lokasi kandang, pengurus unit usaha peternakan kambing justru tidak ditemukan di tempat.
Terkait pengadaan ternak, tim menemukan adanya ketidaksesuaian antara realisasi dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pengurus diminta segera merealisasikan pembelian kambing sesuai dengan spesifikasi dan jumlah yang telah direncanakan sebelumnya.
Sementara, Nana Carik Desa Cipicung memilih bungkam tampa bahasa saat di konfirmasi jurnalis detikflash.net. bungkamnya carik desa cipicung menambah kecurigaan publik terkait duggan penyelewengan anggran bumdes.(*/red).

.jpg)



