Iklan

Warga Resmi Laporkan Dugaan Pencatutan Nama dalam Proyek Drainase Plat Decker Kelurahan Kotasari

Detikflash
Rabu, 22 April 2026, 08:35 WIB Last Updated 2026-04-22T15:35:56Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


 

Cilegon, Detikflash.net – Dugaan pencatutan nama warga dalam proyek pembangunan drainase plat decker di RT 01/02 Lingkungan Ciore Waseh, Kelurahan Kotasari, kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Tiga warga yang mengaku namanya dicantumkan sebagai pekerja, padahal tidak pernah terlibat dalam kegiatan tersebut, malam ini mendatangi Polres untuk membuat laporan resmi.




Kasus ini berawal dari proyek drainase melalui kelompok masyarakat (Pokmas) dengan estimasi anggaran Rp60.500.000 yang sejak awal menuai sorotan. Selain kualitas pekerjaan yang dipertanyakan, proyek tersebut juga diduga memuat daftar pekerja yang tidak sesuai fakta di lapangan.


Berdasarkan keterangan warga, dari sekitar 16 nama yang tercantum sebagai pekerja, hanya sekitar lima orang yang benar-benar bekerja. Tiga warga lainnya bahkan mengaku terkejut karena nama mereka dicatut tanpa sepengetahuan maupun persetujuan.


“Benar, ada tiga warga kami yang namanya dicatut. Malam ini resmi melaporkan ke pihak kepolisian,” ujar pihak RT 01/02 saat dikonfirmasi.


Selain dugaan manipulasi daftar pekerja, hasil pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 90 meter itu juga dikeluhkan warga. Beberapa bagian disebut dicor rata sehingga aliran air tidak berjalan maksimal. Akibatnya, genangan dan banjir masih terjadi saat hujan turun.


Kuasa hukum warga, BHY, S.H., M.H. bersama Moch Mulyadi, S.H., menegaskan laporan ini akan terus dikawal hingga tuntas. Mereka memastikan proses hukum akan didorong sampai tahap penyidikan jika ditemukan unsur pelanggaran pidana.


“Ini bukan persoalan sepele. Jika nama warga dimasukkan tanpa bekerja lalu anggaran dicairkan, maka ada dugaan serius yang harus dibuka secara terang. Kami akan kawal sampai ke tahap penyidikan,” tegas kuasa hukum.


Moch Mulyadi yang mendampingi warga juga menambahkan bahwa pihaknya siap membawa perkara ini ke meja hijau. Menurutnya, seluruh dokumen kegiatan, daftar pekerja, serta mekanisme pencairan dana akan ditelusuri secara menyeluruh.


Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan ujian bagi integritas pengelolaan anggaran di Kota Cilegon. Warga berharap aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, dan tidak berhenti pada laporan semata. Jika terbukti ada pencatutan nama maupun penyimpangan anggaran, masyarakat meminta semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. ( Biro )

Komentar

Tampilkan

Terkini