Iklan

Silaturahmi Kader PBB ke Ketua DPC Gerindra Cilegon, Helldy Soroti Dominasi Pimpinan Legislatif dan Ajak Masyarakat Ciptakan Sejarah Baru

Detikflash
Kamis, 09 Juli 2026, 01:58 WIB Last Updated 2026-07-09T08:58:29Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


Cilegon,Detikflash – Dinamika politik menjelang konstelasi demokrasi di Kota Cilegon mulai menghangat. Hal itu terlihat dalam pertemuan silaturahmi sejumlah kader Partai Bulan Bintang (PBB) dengan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cilegon, H. Helldy, Kamis (9/7/2026).


Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat komunikasi antar tokoh politik, tetapi juga membahas kondisi politik Kota Cilegon, khususnya hubungan antara lembaga eksekutif dan legislatif yang dinilai belum berjalan secara ideal.


Dalam pandangan politiknya, H. Helldy menilai kondisi politik di Kota Cilegon saat ini belum sehat, terutama dalam konteks kekuatan di lembaga legislatif.


Menurut Helldy, selama lima periode kepemimpinan Wali Kota Cilegon, kursi pimpinan DPRD selalu dipegang oleh partai yang sama. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi bersama bagi masyarakat.


"Cilegon harus memiliki iklim politik yang sehat. Kenapa selama lima periode kepemimpinan wali kota, pimpinan legislatif selalu berasal dari partai yang sama? Ini saatnya masyarakat mulai berpikir untuk menciptakan sejarah baru dalam demokrasi di Kota Cilegon," ujar Helldy.


Ia mengajak masyarakat agar lebih objektif dalam menentukan pilihan politik pada pemilu mendatang, sehingga tercipta keseimbangan dalam sistem pemerintahan dan fungsi pengawasan dapat berjalan lebih efektif.


Pandangan tersebut mendapat respons positif dari Kimung, kader Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Cilegon. Ia menyatakan sepakat dengan pandangan politik yang disampaikan Ketua DPC Gerindra tersebut.


Menurut Kimung, selama ini hubungan politik antara eksekutif dan legislatif di Kota Cilegon kerap tidak berjalan selaras. Ia menilai kondisi tersebut berdampak terhadap berbagai persoalan pemerintahan, termasuk polemik rotasi dan mutasi sejumlah pejabat serta konflik yang sempat terjadi di lingkungan Sekretariat DPRD (Sekwan).


"Konstelasi politik antara eksekutif dan legislatif selama ini sering kali tidak sejalan. Kita melihat sendiri muncul berbagai persoalan, mulai dari rotasi-mutasi pejabat hingga konflik di lingkungan Sekwan. Kondisi ini menunjukkan perlunya keseimbangan politik agar roda pemerintahan berjalan lebih baik," kata Kimung.


Ia juga mengajak masyarakat Kota Cilegon untuk semakin cerdas dalam menggunakan hak pilihnya dan tidak terpaku pada satu kekuatan politik semata.


"Masyarakat harus pandai dan cerdas memilih pemimpin. Demokrasi yang sehat lahir dari pilihan masyarakat yang rasional, bukan karena kebiasaan memilih partai tertentu secara terus-menerus. Sudah saatnya masyarakat membuka ruang bagi lahirnya keseimbangan politik demi kemajuan Kota Cilegon," tegasnya.


Silaturahmi tersebut menjadi salah satu sinyal menghangatnya komunikasi politik lintas partai di Kota Cilegon menjelang agenda politik mendatang. Sejumlah pengamat menilai, wacana mengenai perlunya keseimbangan antara kekuatan eksekutif dan legislatif diperkirakan akan menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam dinamika politik Kota Cilegon ke depan. ( Biro )

Komentar

Tampilkan

Terkini