Iklan

Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni Siap Hadapi Arus Nataru

Detikflash
Senin, 22 Desember 2025, 02:35 WIB Last Updated 2025-12-22T10:35:01Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Cilegon, Merak Detikflash.net — Menjelang puncak arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah bersama para pemangku kepentingan menguatkan sinergi lintas sektor untuk memastikan layanan transportasi nasional berjalan optimal, dengan jalur penyeberangan Merak–Bakauheni sebagai fokus utama.

 

Rapat koordinasi dan kunjungan lapangan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (22/12). Turut hadir Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BMKG Teuku Faisal, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta perwakilan TNI, Basarnas, dan ASDP.

 

Pratikno menegaskan pentingnya layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan manusiawi menghadapi lonjakan mobilitas. Survei Kementerian Perhubungan memperkirakan lebih dari 100 juta orang melakukan perjalanan selama Nataru, dengan tantangan tambahan dari faktor cuaca. BMKG memprakirakan pengaruh siklon 93S yang berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah, termasuk Banten, dan akan terus memantau serta menyebarkan informasi berkala.

 

Sebagai antisipasi, ASDP bersama Kepolisian menerapkan skema pengendalian arus termasuk sistem penundaan di titik strategis. ASDP juga menyiapkan kantong parkir kapasitas 4.979 unit kendaraan di Pelabuhan Merak, serta memberikan diskon hingga 19 persen di delapan lintasan penyeberangan periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 berdasarkan SKB Nomor 10/DI-BP/X/2025.

 

Data Posko Merak pada H-4 (21/12) mencatat 128 trip kapal dengan 35.954 penumpang (turun 23,3 persen) dan 8.905 kendaraan (turun 21,5 persen) dari Jawa ke Sumatera. Sementara Posko Bakauheni mencatat 109 trip dengan 36.517 penumpang (naik 12,8 persen) dan 8.392 kendaraan (naik 13 persen) dari Sumatera ke Jawa. Kumulatif pergerakan hingga H-4 masih terkendali, dengan pemantauan intensif akan terus dilakukan(*/red)..

Komentar

Tampilkan

Terkini