Iklan

Waspada Cuaca Ekstrem, ASDP Prioritaskan Keselamatan Penyeberangan Nataru

Detikflash
Senin, 22 Desember 2025, 03:36 WIB Last Updated 2025-12-22T11:36:02Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


 WBanyuwangi, 22 Desember 2025 — Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang meningkatkan mobilitas masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau pengguna jasa untuk mengutamakan keselamatan perjalanan laut. Peringatan ini khususnya untuk yang melintasi jalur Jawa–Bali, mengingat potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan di sejumlah perairan Indonesia.

 

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama, terutama pada masa puncak liburan. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 21 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S berpotensi berkembang menjadi Siklon Tropis kategori 2, yang dapat memengaruhi dinamika cuaca dan gelombang laut di beberapa wilayah.

 

"BMKG menyampaikan peringatan potensi gelombang tinggi di beberapa perairan, termasuk Selat Sunda dan Selat Bali. Mohon tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan," ujar Heru.

 

Sistem cuaca yang menguat diperkirakan menyebabkan hujan, angin kencang, serta gelombang hingga 2,5 meter. Berdasarkan rilis resmi @infobmkg, wilayah yang berpotensi terkena dampak antara lain perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga NTB.

 

ASDP terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan memperkuat kesiapsiagaan operasional. Heru mengajak pengguna jasa untuk mematuhi arahan petugas dan bersedia menunda perjalanan jika dinilai tidak aman.

 

Di tengah kewaspadaan cuaca, pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan Jawa–Bali menunjukkan tren peningkatan. Pada Minggu (21/12) atau H-4, kendaraan roda dua dari Pelabuhan Gilimanuk (Bali) ke Ketapang (Banyuwangi) mencapai 2.130 unit, tumbuh 24,1 persen dibandingkan tahun lalu. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, tercatat 40.328 unit kendaraan roda dua dan 138.135 orang penumpang dari Bali ke Jawa.

 

Arus dari Jawa ke Bali juga meningkat. Pada H-4, kendaraan roda dua mencapai 2.107 unit (naik 33,1 persen) dan kendaraan truk 2.184 unit (naik 21,5 persen). Total kendaraan yang menyeberang mencapai 7.093 unit, tumbuh 6,8 persen. Secara akumulatif, tercatat 40.987 unit kendaraan dan 143.533 orang penumpang dari Jawa ke Bali.

 

ASDP menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang aman, andal, dan humanis, dengan keselamatan sebagai fondasi utama agar perjalanan masyarakat berlangsung lancar.

Komentar

Tampilkan

Terkini