CILEGON, Detikflash.net – Memasuki puncak musim penghujan pada awal tahun 2026, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, memperketat pengawasan terhadap sejumlah titik aliran air. Langkah ini diambil sebagai upaya pengabdian terhadap warganya untuk memastikan wilayah tersebut tetap aman dari ancaman luapan air atau banjir kiriman.
Lurah Deringo, Ubay Uswaidi, tampak turun langsung ke lapangan guna meninjau kondisi kali dan saluran Kali Makam Balom bersama sejumlah pengurus RT, RW dan warga setempat. Meski wilayah Deringo secara geografis tidak tergolong sebagai zona merah rawan banjir, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama pihak kelurahan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, musim penghujan kali ini diprediksi akan berlangsung hingga Februari mendatang. Hal inilah yang mendorong aparatur kelurahan Deringo untuk bersikap proaktif dalam melakukan mitigasi bencana sejak dini.
"Meskipun di wilayah kami tidak ada titik rawan banjir yang bahaya, sebagai pelayan masyarakat, kami tidak bisa tenang begitu saja. Kami harus memastikan warga merasa aman, tentram, terutama saat intensitas hujan meningkat seperti sekarang," ujar Ubay Uswaidi saat memberikan keterangan di kantornya, Selasa (13/1/2026).
Ubay menambahkan bahwa dirinya bersama jajaran RT dan RW rutin melakukan pemantauan berkala, bahkan di waktu malam hari saat hujan deras melanda. Upaya "berjibaku" di lapangan ini dilakukan untuk mendeteksi dini penyumbatan sampah atau pendangkalan pada saluran pembuangan yang bisa memicu genangan.
Selain pemantauan fisik, pihak Kelurahan Deringo juga mengimbau warga untuk meningkatkan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sinergi antara pemerintah kelurahan dan warga dianggap sebagai kunci utama dalam mencegah bencana.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sigapnya RT dan RW dalam melaporkan kondisi wilayah sangat membantu kami dalam mengambil langkah cepat. Harapannya, hingga akhir musim penghujan nanti, Deringo tetap bebas dari musibah banjir," tutup Ubay.
Kegiatan antisipasi ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat pemerintah di tengah-tengah pemukiman saat kondisi cuaca ekstrem.(*/red).




