Lurah Cikerai, Cecep Sukarya, menyatakan bahwa keterbatasan dana tidak menyurutkan semangat perangkat kewilayahan untuk tetap menyerap aspirasi masyarakat. Menurutnya, Musrenbangkel merupakan instrumen krusial dalam menentukan arah pembangunan di tingkat akar rumput.
"Meskipun anggaran minim, gelaran Musrenbangkel Cikerai tetap dilaksanakan demi memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai kebutuhan warga," ujar Cecep saat memberikan sambutan pembukaan, Selasa.
Dalam forum tersebut, sejumlah usulan dari masyarakat menjadi poin utama yang diperjuangkan untuk tahun mendatang. Cecep menjelaskan bahwa usulan yang mendominasi meliputi perbaikan infrastruktur dasar dan fasilitas pelayanan publik.
Adapun beberapa program prioritas yang menguat dalam diskusi tersebut adalah pemasangan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL), pembangunan drainase untuk mengantisipasi genangan, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga pemagaran gedung kantor Kelurahan Cikerai untuk keamanan dan estetika kantor.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak lintas sektor, menunjukkan koordinasi yang solid dalam perencanaan daerah. Hadir di lokasi, Camat Cibeber Sofwan Maksudi memberikan arahan terkait sinkronisasi program kelurahan dengan kebijakan kecamatan dan kota.
Turut hadir pula perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Yatna, perwakilan program Kotaku Uso, Pendamping Teknik DPwKel Eni Nurahmayanti, serta Pendamping Pemberdayaan Dicki Irawan.
Selain unsur birokrasi, kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, Ketua Pokmas Jajuli, Bhabinkamtibmas Apandi, kader penggerak pemberdayaan perempuan (ibu-ibu kader), serta seluruh ketua RT dan RW di wilayah Kelurahan Cikerai.
Melalui Musrenbangkel ini, diharapkan usulan-usulan prioritas warga dapat terealisasi secara bertahap guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Cikerai.


