Iklan

Sambirata Kembali Terendam, Ketidakbecusan Pemkot Cilegon Jadi Sorotan

Detikflash
Minggu, 11 Januari 2026, 06:31 WIB Last Updated 2026-01-12T03:37:45Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Cilegon,Detikflash — Banjir kembali melanda permukiman warga di Lingkungan Sambirata, RT 03 RW 03, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, pada Minggu (11/01/2025). Ironisnya, hujan yang turun hanya berlangsung singkat, namun genangan air bertahan lama hingga mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.


Air menggenangi rumah-rumah penduduk serta akses jalan lingkungan. Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa persoalan banjir di wilayah tersebut bukan kejadian baru, melainkan masalah menahun yang terus berulang setiap musim hujan tanpa solusi nyata dari Pemerintah Kota Cilegon.

Kondisi ini memantik sorotan tajam terhadap kepemimpinan Wali Kota Cilegon Robinsar, yang dinilai belum menunjukkan keseriusan dan langkah konkret dalam menangani persoalan banjir, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk seperti Sambirata. Hingga kini, warga menilai penanganan yang dilakukan Pemkot Cilegon masih bersifat reaktif, tambal sulam, dan sebatas wacana.


Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kota Cilegon, Ikin AM, menyebut kejadian tersebut sebagai bukti lemahnya sistem pengendalian banjir yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.


“Jika hujan sebentar saja sudah menyebabkan banjir yang lama surutnya, ini jelas menunjukkan persoalan struktural yang tidak pernah ditangani secara serius. Drainase bermasalah, tapi seolah dibiarkan dari tahun ke tahun,” tegas Ikin.


Ia mengungkapkan, di beberapa titik genangan air bahkan masuk ke dalam rumah warga. Selain menimbulkan kerugian materiil, banjir juga berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

Keluhan keras juga disampaikan Marwan, warga Sambirata, yang mengaku sudah terlalu sering menghadapi banjir tanpa adanya perubahan berarti.


“Setiap hujan kami selalu waswas. Air cepat naik, surutnya lama. Sudah bertahun-tahun begini, tapi belum ada tindakan nyata. Kami capek hanya dijanjikan,” ujarnya dengan nada kecewa.


Warga menduga banjir dipicu oleh saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Selain sempit dan dangkal, drainase dipenuhi endapan lumpur serta sampah, yang mencerminkan buruknya perawatan dan lemahnya pengawasan dari instansi terkait di bawah Pemerintah Kota Cilegon.


Menanggapi kondisi tersebut, Ikin AM menegaskan pihaknya akan terus mendesak Wali Kota Robinsar dan jajaran Pemkot Cilegon agar tidak lagi mengabaikan penderitaan warga.


“Penanganan banjir tidak bisa setengah-setengah. Harus ada normalisasi drainase, perbaikan infrastruktur, dan penataan lingkungan yang terencana. Jika Pemkot terus tidak serius, banjir akan menjadi warisan kegagalan tata kelola,” tandasnya.


Hingga berita ini diturunkan, Wali Kota Cilegon Robinsar maupun instansi teknis terkait belum memberikan keterangan resmi terkait langkah konkret penanganan banjir di Lingkungan Sambirata.


Warga berharap pemerintah daerah berhenti menutup mata, segera turun ke lapangan, dan menghadirkan solusi jangka panjang, bukan sekadar janji politik, agar banjir tahunan yang terus menghantui permukiman mereka benar-benar dapat diakhiri. (biro)

Komentar

Tampilkan

Terkini