CILEGON, Detikflash.net – SD Negeri Simpang Tiga, Kota Cilegon, menggelar tasyakuran pelepasan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu (11/6/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Acara dikemas sederhana sesuai kesepakatan dan musyawarah wali murid agar tidak memberatkan.
Ketua Komite SDN Simpang Tiga, Tubagus Gusion, menyambut baik kedatangan media. Ia menegaskan acara tasyakuran digelar untuk menanamkan nilai bakti pada anak, menjaga nama baik sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan.
“Kami mengadakan tasyakuran ini atas dasar kesepakatan dan musyawarah dengan wali murid. Alhamdulillah ketemu titik mufakat sehingga hari ini tanggal 11 Juni diadakan pelepasan. Kalau bahasa pelepasan kesannya harus wah. Sekarang ini saja sudah bersyukur bisa mengadakan acara sederhana, yang penting intinya,” ujar Tubagus Gusion.
Ia menjelaskan, inti kegiatan adalah silaturahmi terakhir wali murid dengan guru, kepala sekolah, dan komite setelah 6 tahun mendidik anak. Acara juga diisi motivasi dan pentas seni agar hasil belajar siswa bisa ditampilkan.
“Apalah artinya selama ini belajar kalau kita sendiri tidak tampilkan. Anggaran sesuai kesepakatan, kecil-kecil tapi alhamdulillah terlaksana. Kami undang wali murid, RT lingkungan Kelurahan Ramanuju, pengawas agama, dan mantan kepala sekolah untuk memberi perbandingan,” katanya.
Tahun ini SDN Simpang Tiga meluluskan 53 siswa-siswi dengan tingkat kelulusan 100 persen. Orang tua menyambut syukur karena anak lulus dengan nilai baik dan akhlakul karimah.
“Mereka mengucapkan syukur terima kasih karena selama ini anak didik di sini sampai lulus dengan nilai baik dan berakhlakul karimah. Kalau di rumah susah anak sekarang, tapi kalau di sekolah nurut kata Bu guru,” ujarnya.
Ketua Pelaksana, Yulianti Nurmala Dewi, menambahkan acara diisi pentas seni: solo vokal, mendongeng, dan karya siswa yang pernah ikut lomba. Harapannya lulusan kelas VI menjadi anak yang lebih baik, membanggakan sekolah dan orang tua, serta meraih cita-cita.
Keunggulan SDN Simpang Tiga, menurut Yulianti, ada pada guru kompeten dan prestasi siswa. “Dua siswa mewakili POPDA cabang senam. Bulutangkis juara 3 se-kecamatan. Ada juga atletik lari, Pramuka, senam lantai, marawis. Sekarang kami mengutamakan tadarus untuk membentuk akhlak baik anak,” ujarnya.
Meski keterbatasan lahan parkir dan tempat upacara, pihak sekolah optimis tetap eksis dan terus mencetak prestasi.


