Kegiatan mengajar mengaji tersebut dilaksanakan secara rutin di majelis lingkungan tempat tinggalnya sebagai bentuk pembinaan generasi muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an sejak kecil. Menurut Nasrullah, membiasakan anak mengaji di lingkungan rumah dapat memperkuat nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Mengaji jangan pernah berhenti. Pendidikan agama sangat penting diberikan sejak dini karena akan menjadi dasar pembentukan karakter anak di masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan ilmu agama merupakan bekal utama yang membimbing anak-anak tumbuh menjadi pribadi berakhlak baik dan bertanggung jawab. Melalui majelis rutin di Sumampir Timur, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga dibina dalam adab, disiplin, dan kepedulian sosial.
Nasrullah menekankan generasi penerus harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat, baik keluarga, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Dengan pembinaan yang konsisten, anak-anak akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan bijaksana.
“Generasi penerus harus kita perhatikan agar selalu dekat dengan nilai-nilai agama. Jika sejak kecil mereka dibekali pendidikan agama yang kuat, insyaallah akan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga berharap para orang tua di wilayah Sumampir Timur RT 02 RW 05 Masigit dan sekitarnya meluangkan waktu mendampingi anak belajar agama, mengaji, serta membiasakan ajaran agama diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui pendidikan agama yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial tinggi sehingga mampu menjadi penerus bangsa yang berkualitas.(hairul/red).


