SERANG - Mahasiswa Politeknik Piksi Input Serang menggelar dialog publik bertema "Jam Operasional, Hanya Formalitas?" di Caffe Kotak, Kramatwatu, untuk membahas efektivitas penerapan Pergub Nomor 567 Tahun 2025 mengenai jam operasional truk tambang.
Kegiatan ini dipimpin oleh Tubagus Fajri Ramadhan selaku Ketua Pelaksana dan menghadirkan narasumber dari DPRD, Dinas Perhubungan, serta Polantas. Acara ini digelar karena masih ditemukannya truk tambang yang beroperasi di luar jam yang telah ditetapkan, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi pengawasan di lapangan.
Fajri berharap agar Dishub dan Polantas dapat memperkuat pengawasan demi efektivitas regulasi tersebut. "Aturannya sudah jelas, namun pelanggaran masih terjadi. Kami berharap pengawasan dapat dioptimalkan, terutama pada titik-titik rawan, agar Pergub ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Dialog berlangsung interaktif dan menjadi ruang kolaboratif bagi mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dalam mencari solusi bersama terhadap problematika pengawasan jam operasional truk tambang di Banten.(neni/red).


