CILEGON - SDN Kubang Kutu 1 Kota Cilegon menggelar ujian praktik seni membatik bagi siswa kelas 6 sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan budaya lokal, khususnya batik khas Cilegon.
Kepala SDN Kubang Kutu 1, Sastra Sasih,M.Pd., mengatakan kegiatan membatik telah rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Selama saya di sini sudah tahun ketiga kami rutin mengadakan ujian praktik membatik. Tujuannya mengenalkan budaya lokal kepada siswa,” ujar Sastra, dikantornya sescara eklusif pada Senin (28/4/2026).
Menurut dia, membatik merupakan salah satu materi dalam kurikulum yang berfungsi melestarikan budaya daerah. Selain membatik, sekolah juga mengajarkan pencak silat dan “nalek” atau bahasa babasan khas Banten.
Kata dia, Sebelum mulai praktik, siswa terlebih dahulu mendapat edukasi mengenai teknik membatik, jenis motif, serta sejarah Batik Krakatoa yang berkembang di Cilegon.
“Anak-anak dikenalkan sejak dini agar mengetahui budaya lokal. Mereka terlihat senang dan antusias saat membatik,” kata Sastra.
Ia menambahkan, sekolah tidak hanya fokus pada ujian praktik membatik. Pentas seni seperti peringatan Hari Kartini juga rutin ditampilkan untuk mendidik karakter siswa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk anak yang lebih maju, mandiri, dan berkarakter,” pungkasnya.(neni/red).



