Iklan

Pelatihan Membatik untuk UMKM Digelar di Cilegon, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

Detikflash
Kamis, 04 Juni 2026, 20:44 WIB Last Updated 2026-06-05T03:44:34Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


CILEGON, Detikflash.net – Upaya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Cilegon terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan membatik yang diselenggarakan oleh Banten Inclusifa Preneur dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN.


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, Sunendi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.


“Banten Inclusifa Preneur ini sebagai mentor atau pelatih dalam kegiatan yang merupakan program TJSL dari PT PLN. Pesertanya rata-rata merupakan pelaku UMKM, sekitar 50 orang karena keterbatasan tempat,” ujar Sunendi saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (3/6/2026).


Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak hanya terbatas pada keterampilan membatik. Ke depan, masih akan ada berbagai program lanjutan yang difokuskan pada peningkatan kualitas usaha, mulai dari manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pengemasan produk.


“Pelatihannya akan beragam. Ada yang fokus pada pengelolaan usaha, marketing digital, hingga bagaimana membuat kemasan produk yang lebih menarik. Untuk kegiatan kali ini lebih kepada keterampilan kriya atau membatik,” katanya.


Sunendi menjelaskan, jumlah pelaku UMKM di Kota Cilegon saat ini telah mencapai lebih dari seribu usaha yang sebagian besar masih berada pada kategori usaha mikro. Pemerintah daerah terus mendorong agar para pelaku usaha tersebut dapat berkembang menjadi usaha kecil dan menengah.


“Kebanyakan masih kategori mikro, baik dari sisi modal, omzet maupun jumlah tenaga kerja. Namun kami terus dorong agar mereka bisa naik kelas menjadi usaha kecil dan berkembang lebih jauh,” ujarnya.


Ia menambahkan, Dinas Koperasi dan UMKM juga memberikan berbagai bentuk fasilitasi kepada pelaku usaha, mulai dari pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, perizinan BPOM, hingga akses bantuan permodalan.


“Kalau sudah memiliki usaha, kami bantu proses legalitasnya. Untuk NIB memang diterbitkan melalui DPMPTSP, tetapi kami melakukan pendampingan. Sertifikat halal, perizinan produk, hingga akses bantuan modal juga kami fasilitasi,” jelasnya.


Sementara itu, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Banten, Gilang, mengatakan pelatihan membatik tersebut merupakan bagian dari program TJSL yang sebelumnya lebih dikenal masyarakat sebagai Corporate Social Responsibility (CSR).


“Kegiatan membatik ini merupakan program TJSL PLN. Kami ingin mendukung pembangunan ekonomi Kota Cilegon sesuai arahan Pemerintah Kota Cilegon, khususnya dalam penguatan sektor UMKM,” kata Gilang.

Ia menjelaskan, PLN saat ini mendukung pengembangan Rinara Batik Banten, sebuah usaha batik yang digagas Rahmayanti dan melibatkan kelompok rentan seperti ibu-ibu prasejahtera serta anak-anak berkebutuhan khusus.


“Atas dorongan Pemerintah Kota Cilegon, kami juga berencana mendukung pembangunan galeri UMKM yang diharapkan menjadi wadah bagi produk-produk UMKM naik kelas di Kota Cilegon,” ujarnya.


Di tempat yang sama, Ketua Banten Inclusifa Preneur sekaligus penggagas Rinara Batik Banten, Rahmayanti, mengatakan program yang dijalankannya terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk remaja, anak-anak sekolah, masyarakat rentan, hingga penyandang kebutuhan khusus.


“Di Banten Inclusifa Preneur ada berbagai pelatihan seperti membatik dan melukis. Alhamdulillah saya mendapatkan dukungan CSR dari PLN Banten sejak tahun 2023,” tutur Rahmayanti.(hairul/red).

Komentar

Tampilkan

Terkini