Iklan

ASDP Imbau Pengguna Jasa Waspadai Cuaca Ekstrem di Perlintasan Merak-Bakauheni

Detikflash
Sabtu, 20 Desember 2025, 02:42 WIB Last Updated 2025-12-20T10:42:19Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

MERAK, Detikflsh.net – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meminta seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peringatan ini secara khusus ditujukan bagi masyarakat yang melintasi jalur strategis Merak–Bakauheni.


​Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas tertinggi di tengah kondisi cuaca maritim yang dinamis.


​"Setiap proses sandar, bongkar muat, hingga pelayaran kami lakukan secara hati-hati dan terukur. Penyesuaian operasional dilakukan agar keselamatan penumpang dan awak kapal tetap terjaga, meski pada waktu tertentu berdampak pada perlambatan layanan," ujar Heru dalam keterangan resmi, Sabtu (20/12/2025).

​Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Pelabuhan Merak, wilayah Selat Sunda diprediksi akan dipengaruhi angin dari sektor Selatan–Barat dengan kecepatan 10–25 knots pada periode 18–21 Desember 2025.


​Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1,2 hingga 1,5 meter. BMKG juga telah mengeluarkan Peringatan Dini I (Waspada) terkait potensi angin kencang yang dapat mencapai 20 knots. Kondisi arus laut tersebut memerlukan kehati-hatian tinggi dalam operasional pelayaran.


​Guna memitigasi risiko, ASDP memperkuat koordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, serta otoritas pelabuhan melalui Port Operational Control Center (POCC). Masyarakat pun diimbau untuk memantau informasi cuaca secara berkala dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi dinilai tidak aman.

​Imbauan ini sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, saat membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Nataru di Jakarta, Kamis (18/12/2025). Menhub memproyeksikan adanya pergerakan masyarakat sebesar 119,5 juta orang secara nasional pada libur akhir tahun ini.


​"Aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama seluruh pihak. Kami menekankan pada sinergi lintas sektor dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat," tegas Menhub Dudy.


​Sebagai langkah konkret, ASDP menyiagakan 1.197 personel di Pelabuhan Merak dan 786 personel di Pelabuhan Bakauheni. Ribuan personel ini bertugas memastikan layanan penyeberangan berjalan aman dan tertib di bawah pengawasan ketat BPTD dan KSOP.

​Selain aspek keselamatan, ASDP juga mulai memperkenalkan inovasi layanan berupa uji coba terbatas teknologi pemindaian wajah atau face recognition bagi penumpang pejalan kaki di Merak dan Bakauheni.


​Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan persiapan teknis menyambut Angkutan Lebaran tahun depan. Saat ini, penggunaan fitur tersebut belum bersifat wajib.


​"Ujicoba ini menjadi bagian dari pembelajaran operasional agar ke depan, khususnya pada Angkutan Lebaran 2026, layanan dapat diterapkan dengan lebih matang dan nyaman bagi pengguna jasa," tutur Windy.


​Masyarakat yang akan bepergian diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan dengan bijak dan memastikan kesiapan fisik maupun kendaraan sebelum menuju pelabuhan demi kelancaran bersama.

Sumber: Humas

Jurnalis :Him


Komentar

Tampilkan

Terkini