Pantauan di lokasi menunjukkan langit Desa Winong dihiasi berbagai bentuk dan warna layang-layang hasil kreasi warga. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan murah meriah namun sarat akan nilai kebersamaan.
Kepala Desa Winong, Muhtar Lutfi, menyampaikan bahwa festival ini murni merupakan inisiatif dari masyarakat. Pihak desa hadir untuk memberikan dukungan penuh serta apresiasi atas kekompakan warga dalam melestarikan permainan tradisional tersebut.
"Kegiatan ini merupakan murni kegiatan masyarakat. Kami dari pihak desa memberikan dukungan (support) dan sangat mengapresiasi kekompakan warga dalam rangka festival layang-layang tahunan ini," ujar Muhtar saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu.
Pria yang akrab disapa Kades Boy ini menambahkan, tingginya antusiasme warga membuktikan bahwa permainan layang-layang masih memiliki tempat di hati masyarakat, bahkan di tengah gempuran tren hiburan modern.
"Alhamdulillah, festival ini sangat disukai. Antusiasme yang besar dari warga menuai banyak pujian. Ini menunjukkan semangat gotong royong kita masih sangat kuat," lanjutnya.
Muhtar Lutfi berharap, kesuksesan acara tahun ini dapat menjadi pemantik untuk menyelenggarakan kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar di tahun mendatang. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
"Terima kasih kepada masyarakat Winong yang sangat antusias. Semoga tahun depan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dengan lebih besar dan lebih meriah lagi," pungkas Muhtarr(*/)



