Iklan

Bau Busuk Kandang Ayam Ganggu Warga Bagendung, Aktivis Minta Dipindah atau Ditutup

Detikflash
Kamis, 30 April 2026, 02:49 WIB Last Updated 2026-04-30T09:49:55Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


CILEGON – Aktivitas peternakan ayam di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, kembali menjadi sorotan publik. Warga dan pengguna jalan mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari kandang milik Haji Maimun yang dikontrakan oleh PT GKA. Kondisi ini dianggap sangat mengganggu kenyamanan dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

 

Keluhan tersebut semakin meruncing setelah kandang yang sebelumnya tertutup kini berubah menjadi terbuka, membuat aroma tidak sedap semakin menyebar bebas ke lingkungan sekitar.

 

Salah seorang pengguna jalan, Ocid, mengaku setiap hari terpapar bau busuk saat melintasi Jalan Bagendung. Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.

 

"Tiap lewat sini bau busuknya minta ampun. Dulu kan itu ditutup seng, jadi tidak terlalu terasa. Ini kan terbuka, baunya sangat mengganggu," ujar Ocid saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

 

Sementara itu, penjaga kandang yang enggan disebutkan namanya mengaku hanya bertugas menjaga fasilitas tersebut. Dirinya mengaku tidak mengetahui detail perizinan maupun manajemen operasional yang dijalankan.

 

"Terkait izin segala macam kami mah tidak faham, di sini cuma nunggu kandang aja," ujarnya singkat.

 

Menanggapi keluhan tersebut, aktivis lingkungan dari Masyarakat Peduli Lingkungan (Mapeka), Hayumi, mengecam keras operasional kandang yang berdiri terlalu dekat dengan pemukiman warga. Ia menilai pengelola hanya mementingkan keuntungan tanpa memikirkan dampak lingkungan.

 

Hayumi menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak keberadaan usaha peternakan, namun harus memperhatikan aspek kelayakan lingkungan. Bau yang menyengat dan populasi lalat yang meningkat dikhawatirkan menjadi sumber penularan penyakit bagi warga sekitar.

 

"Kami tidak melarang adanya kandang ayam beroperasi di sini. Cuma kan lihat-lihat dulu lingkungannya. Jangan mau enaknya aja yang punya. Lihat dampaknya, bau dan banyak lalat, ini bisa menimbulkan penyakit," tegasnya.

 

Ia meminta pemerintah setempat, mulai dari tingkat RT/RW hingga Kelurahan, untuk turun tangan mengecek legalitas usaha tersebut. Hayumi berharap ada tindakan tegas agar warga tidak terus-menerus dirugikan.

 

"Ini kandang ayam berdiri di sini harus ada izinnya juga. Ini kan dekat dengan pemukiman, kita khawatir baunya menjadi penyakit," tambahnya.

 

Sebagai solusi, Hayumi mendesak agar kandang ayam tersebut dipindahkan ke lokasi yang jauh lebih jauh dari hunian warga. Jika tidak memungkinkan untuk direlokasi, ia meminta agar operasionalnya ditutup secara permanen demi kesehatan bersama.



Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola maupun pemerintah daerah terkait solusi atas permasalahan lingkungan tersebut.(neni/red).

Komentar

Tampilkan

Terkini