LEBAK, Banten — Sikap sejumlah kepala sekolah di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, yang dinilai enggan menemui wartawan dan aktivis LSM, menjadi sorotan. Salah satunya Kepala SDN 1 Selaraja yang disebut kerap tidak berada di tempat setiap kali ada kunjungan jurnalis.
Seorang jurnalis mengatakan, setiap kali datang ke sekolah untuk menjalankan tugas jurnalistik, dirinya hanya diterima oleh penjaga sekolah.
"Saya heran dengan sikap Kepala SDN 1 Selaraja. Entah kenapa setiap kali kami datang ke sekolah untuk melakukan tugas jurnalistik, selalu saja hanya penjaga sekolah yang menerima dengan alasan kepala sekolah sedang sibuk dan tidak ada," ujar jurnalis tersebut, Kamis (21/8/2026).
Menurutnya, kedatangan wartawan ke sekolah murni untuk melaksanakan tugas peliputan tanpa kepentingan lain. Ia menilai sikap menghindar tersebut tidak sejalan dengan peran pejabat publik.
"Sebagai pejabat publik tidak seharusnya menghindar dari awak jurnalis. Jurnalis dalam melaksanakan tugasnya dilindungi undang-undang. Selain itu, jurnalis juga merupakan kontrol sosial yang berperan dalam membentuk pemerintahan yang baik," katanya.
Hal senada disampaikan Suhada, Ketua LSM. Ia menyayangkan sikap kepala sekolah yang dinilai alergi terhadap wartawan dan LSM.
"Saya juga sering ke situ, selalu tidak ada dan tidak mau menemui kami. Kami sangat menyayangkan sikap kepala sekolah yang diduga alergi terhadap LSM dan wartawan," ujar Suhada.
Para jurnalis dan aktivis menduga kurangnya pembinaan dari bidang terkait di Dinas Pendidikan menjadi salah satu penyebab. Mereka meminta Bidang Pembinaan Dinas Pendidikan bertanggung jawab atas sikap kepala sekolah di lapangan.
"Kami menduga kurangnya pembinaan dari bidang terkait terhadap para kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan. Atau bisa jadi pembinaan terus dilakukan, namun tidak digubris oleh para kepala sekolah," ucapnya.
Mereka juga menyinggung Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurut mereka, setiap badan publik wajib memberikan informasi kepada masyarakat, termasuk melalui media.
"Kami penasaran dengan sikap Kepala SDN 1 Selaraja yang selalu bermain petak umpet dengan wartawan media," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SDN 1 Selaraja belum dapat dimintai keterangan. Upaya konfirmasi melalui sekolah juga belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak berada di tempat.(dri/him).


