Cilegon , Detikflash — Persoalan antara masyarakat Jombang dengan pihak *Kave Hiji* memasuki tahap mediasi. Hal tersebut disampaikan setelah perwakilan masyarakat melakukan pertemuan dengan pihak Kave Hiji dan bertemu dengan penanggung jawab teknis di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Kave Hiji disebut akan melakukan mediasi pada *Selasa* mendatang. Perwakilan masyarakat berharap mediasi tersebut menjadi ruang komunikasi untuk mencari solusi terkait keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
*Bapak Afit* mengatakan, pihaknya akan menunggu itikad baik dari Kave Hiji dalam merespons aspirasi masyarakat Jombang.
“Kita sudah melayangkan tiga surat, namun belum ada komunikasi aktif yang baik, baik dari owner maupun penanggung jawab teknis di lapangan. Karena itu kami mendatangi Kave Hiji untuk mempertanyakan itikad baiknya,” ujar Afit.
Menurut Afit, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah *keterlibatan tenaga kerja lokal*. Ia menyebut sebagian besar tenaga kerja di Kave Hiji bukan berasal dari masyarakat sekitar. Karena itu, pihaknya meminta agar keberadaan usaha tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat Jombang.
Afit menegaskan, apabila pada mediasi Selasa nanti tidak terdapat respons positif maupun kesepakatan yang dapat mengakomodasi masyarakat, pihaknya akan melanjutkan langkah dengan menyurati *Sekretaris Daerah Kota Cilegon* serta instansi terkait.
“Kalau tidak ada respons positif dari Kave Hiji dan penanggung jawab teknis di lapangan, kami akan menyurati Sekda dan aparat yang berwenang mengenai keberadaan, legalitas, serta tanggung jawab Kave Hiji sebagai pelaku usaha di Kota Cilegon,” katanya.
Sementara itu, *Bapak Rahmat* menyampaikan bahwa pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada Kave Hiji untuk membuka ruang komunikasi dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
Menurut Rahmat, masyarakat lokal seharusnya dapat diberikan ruang untuk terlibat dan difasilitasi dalam keberadaan usaha yang berdiri di wilayah Jombang.
“Kami berharap persoalan ini bisa diakomodir. Kami masyarakat lokal, khususnya masyarakat Jombang. Setidaknya berikan kami ruang untuk berkomunikasi dan berdiskusi,” ujar Rahmat.
Rahmat juga mengatakan pihaknya masih menunggu pelaksanaan mediasi yang direncanakan Selasa. Apabila tidak ada tanggapan atau solusi, pihaknya akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah maupun *Organisasi Perangkat Daerah (OPD)* terkait.
Senada dengan itu, *Bapak Arifin* berharap pertemuan berikutnya dapat menghasilkan solusi yang menguntungkan semua pihak. Ia menilai komunikasi menjadi hal penting agar persoalan antara masyarakat dan pihak Kave Hiji tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Perwakilan masyarakat menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan untuk menghambat kegiatan usaha, melainkan meminta adanya komunikasi, kepastian, serta perhatian terhadap keberadaan masyarakat sekitar.
Masyarakat juga meminta *Pemerintah Kota Cilegon melalui OPD yang berwenang* untuk ikut memantau persoalan tersebut, termasuk aspek legalitas usaha dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat lokal sesuai ketentuan yang berlaku.
_Catatan: Seluruh pernyataan terkait Kave Hiji dalam pemberitaan ini merupakan penyampaian dari narasumber dan aspirasi masyarakat. Pihak Kave Hiji tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab atas persoalan tersebut. ( Hairullah )



