SERANG, Detikflash.net – Bertepatan dengan bulan Agustus yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, nasib berbeda dialami Ibu Sohanah, warga Kampung Waringin, Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang.
Rumah miliknya telah roboh yang lapuk termakan usia. Namun hingga Selasa 05/08/2026, keluarga tersebut belum tersentuh bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH dari pemerintah, baik tingkat desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi.
Saat ini Sohanah bersama keluarganya terpaksa berteduh di tenda darurat yang terbuat dari terpal. Tenda sederhana itu menjadi tempat berlindung dari panas terik dan hujan. Dalam foto yang diterima redaksi, terlihat barang-barang rumah tangga, kasur, dan perlengkapan sehari-hari dipindahkan ke bawah tenda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sohanah telah mengajukan permohonan bantuan RTLH ke Dinas Perumahan dan Permukiman atau Perkim Kabupaten Serang. Namun pengajuannya ditolak.
"Udah sering diajukan namun ditolak, tidak tahu alasannya apa kok bisa ditolak padahal urgen," ujar Ketua RT setempat, Oji.
Upaya pelaporan ke anggota DPRD juga telah dilakukan. Namun hingga rumah ambruk, belum ada realisasi bantuan.
Aktivis peduli lingkungan, Pedro, mengecam lambannya penanganan dari pemerintah daerah. "Harusnya yang seperti ini dibantu langsung, ini sudah darurat. Mana dinas atau bupati, mohon bantu warga kami," ujarnya.
Kondisi ini dinilai memprihatinkan. Di tengah momentum peringatan kemerdekaan, masih ada warga yang belum memiliki tempat tinggal layak dan luput dari program pemerintah daerah Kabupaten Serang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Serang maupun Dinas Perkim terkait alasan penolakan dan tindak lanjut permohonan bantuan tersebut.
Warga berharap ada perhatian segera dari pemerintah agar Ibu Sohanah dan keluarga dapat segera memiliki hunian yang layak dan aman untuk ditempati. (*/red).



