Peluncuran program ini menjadi langkah progresif Kelurahan Lebak Denok dalam mengarahkan minat anak muda ke kegiatan yang lebih terarah, positif, dan berpotensi prestasi.
“Program ini kami luncurkan untuk mencari dan membina bibit-bibit unggul atlet e-sport di wilayah Lebak Denok. Kami ingin para pemuda memiliki wadah yang jelas dan kesempatan untuk berkembang secara profesional di dunia e-sport,” ujar Nurcholis.
Program pembinaan ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan perwakilan dari 30 RT se-Kelurahan Lebak Denok, dengan kategori pelajar dan umum. Para peserta akan mengikuti kompetisi dan proses seleksi selama tiga hari.
Dari hasil penjaringan tersebut, atlet-atlet terbaik akan dipilih untuk membentuk tim LDX E-Sport Lebak Denok, yang diproyeksikan menjadi duta e-sport kelurahan dalam berbagai ajang kompetisi ke depan.
Sementara itu, dr. Andi Himawan, yang turut terlibat dalam program tersebut, menyampaikan harapannya agar pembinaan ini mampu melahirkan atlet e-sport berprestasi.
“Kami berharap program indapat mencetak atlet e-sport yang handal dan mampu mewakili Kota Cilegon, bahkan Provinsi Banten, hingga ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada Mobile Legends, program pembinaan ini juga direncanakan akan dikembangkan ke cabang game e-sport lainnya, seperti PUBG. Selain pembinaan atlet, program ini juga mencakup pelatihan wasit dan pelatih (coach) e-sport, sebagai bagian dari penguatan ekosistem e-sport di tingkat kelurahan.
Seleksi atlet dilakukan berdasarkan kemampuan individu, bukan semata-mata kekuatan tim, guna memastikan setiap peserta memiliki kualitas dan potensi yang layak untuk dibina secara berkelanjutan.
Melalui program ini, Kelurahan Lebak Denok berharap e-sport dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda yang produktif, kompetitif, dan berprestasi, sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet e-sport dari tingkat kelurahan menuju panggung yang lebih luas.



