Acara yang mengusung tema sinergitas tanpa batas ini diawali dengan kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk syukur, disusul dengan seremoni pemotongan tumpeng oleh jajaran pengurus PAC Mancak.
Ketua BPPKB PAC Mancak, Dedi Kelana, dalam sambutannya menekankan bahwa usia tujuh tahun adalah fase kedewasaan bagi sebuah organisasi. Ia menyebut kehadiran berbagai organisasi lain, termasuk Ormas Pemuda Pancasila (PP) Pac Mancak, adalah simbol bahwa perbedaan warna organisasi bukan penghalang untuk membangun daerah.
"Kami sangat bangga dan berterima kasih. Hari ini bukan hanya soal BPPKB, tapi soal bagaimana kita semua—ormas dan LSM di Mancak—bisa duduk satu meja. Terima kasih kepada Ketua PP Pac Mancak Doddy yang telah hadir memenuhi undangan kami," ujar Dedi Kelana di hadapan para tamu undangan.
Dedi juga menambahkan bahwa ke depannya, BPPKB PAC Mancak akan lebih fokus pada program-program pemberdayaan anggota yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Kehadiran Ketua Ormas PP Pac Mancak, Doddy menjadi sorotan positif dalam acara tersebut. Dalam testimoninya, Doddy menyebut bahwa BPPKB PAC Mancak telah menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah Mancak.
"Sinergi itu harus nyata, bukan sekadar kata-kata. Melalui momentum Milad ke-7 ini, kami dari PP Pac Mancak berkomitmen untuk terus berjalan beriringan dengan BPPKB demi memajukan Mancak. Jika ormasnya kompak, masyarakat pun akan merasa aman dan nyaman," tegas ketua PP Pac Mancak Doddy.
Selain seremoni formal, Milad ke-7 ini juga dimeriahkan dengan atraksi seni budaya lokal Banten yang memukau para penonton di sekitar alun-alun. Kehadiran para tokoh masyarakat dan unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) semakin menambah kekhidmatan acara.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antar-pimpinan ormas, yang melambangkan kuatnya persaudaraan antar-elemen masyarakat di Kabupaten Serang.(suhandi/red).



