Iklan

Diduga Dana Pemeliharaan Sarana Prasarana Kurang Direalisasikan Secara Nyata, Kondisi SDN 1 Asen Margaluyu Disotot, Aktivis; Kami Akan di Buat Lapdu Ke APH

Detikflash
Jumat, 21 Agustus 2026, 22:24 WIB Last Updated 2026-08-22T05:28:48Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


LEBAK, Banten — Kondisi bangunan SDN 1 Asen Margaluu yang berlokasi di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, menuai sorotan publik. Anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang rutin dialokasikan setiap tahun diduga tidak direalisasikan secara nyata.


Berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan pada Selasa (14/7/2026), sejumlah kerusakan ditemukan di berbagai bagian sekolah. Plafon ambrol, cat bangunan pudar dan mengelupas, WC terlihat kumuh dan tidak terawat, serta dinding dengan plesteran yang rusak. Kondisi sekolah tampak kusam dan minim perawatan.


"Temuan di lapangan mencerminkan minimnya pemeliharaan. Lingkungan sekolah terkesan kumuh dan dinilai kurang layak sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar," ujar warga sekitar yang enagn di sebut nama.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang setiap tahun tetap dialokasikan melalui dana sekolah.


Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran pemeliharaan sarpras di SDN 1 Asen Margaluyu tercatat cukup besar. Pada tahun 2024 tahap I dialokasikan hinga puluhan juta, dan tahap II dialokasikan kembali dan pada Sementara pada tahun 2025, tahap I sebesar mencapai ratusan juta rupiah semuanya.


Dengan total anggaran pemeliharaan selama dua tahun mencapai ratusan juta tersebut kondisi bangunan sekolah yang masih memprihatinkan menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat terkait realisasi dan efektivitas penggunaan anggaran tersebut.


Fakta di lapangan juga menimbulkan pertanyaan terhadap fungsi pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Masyarakat menilai pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan laporan administrasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik sekolah.


"Pengawasan jangan hanya sebatas menerima laporan di atas meja. Dinas harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya," ujar RD salah seorang aktivis pendidikan.


RD Aktivis pendidikan dan masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak segera melakukan audit dan evaluasi terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan sarpras di SDN 1 Asen Margaluyu. Pengelolaannya diharapkan berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.


"Jika anggaran pemeliharaan rutin dialokasikan setiap tahun dengan nominal yang cukup besar, maka kondisi bangunan sekolah seharusnya tetap terjaga. Jangan sampai anggaran hanya tercatat secara administratif, sementara kondisi fisik sekolah justru memprihatinkan," tegasnya.


RD juga mendesak Inspektorat Kabupaten Lebak segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan audit menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana.(der/tim).

Komentar

Tampilkan

Terkini