SERANG, Detikflash.net – Pelaksanaan kegiatan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di KB Asa,Billah Desa wirana kcamatan pamarayan Kabuten Serang provinsi Banten. disorot publik. Proyek dengan anggaran Rp 229.216.000.00 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 itu diduga minim pengawasan.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, kegiatan dilaksanakan oleh P2SP selama 90 hari kalender, mulai Agustus 2026 hingga 16 oktober 2026.
Saat didatangi oleh tim media dan lsm pada jumat 21/08/2026 terkait pelaksanaan proyek tersebut, Asep selaku Kepala Sekolah PAUD KB Asa.Billah Diduga alergi terhadap wartawan dan lsm susah di temui
Sikap menghindar terhadap awak media menjadi tanda tanya publik. Pasalnya nilai anggaran yang digunakan begitu besar merupakan uang negara.
Rasman LSM( AGP ) , mengecam keras sikap kepala sekolah yang diduga selalu menghindari konfirmasi terkait proyek bangunan PAUD yang sedang dikerjakan dengan nilai ratusan juta rupiah.
"Kami mengecam keras sikap kepala Yayasan Paud Asa.Billah. yang diduga menghindar. saat di konfirmasi media. Pembangunan ini kan menggunakan anggaran APBN negara, sekecil apa pun ya harus dipertanggung jawabkan, sah aja kalau ada Jurnalis yang konfirmasi," ujar Rasman.
lanjut Rasman Dari LSM (AGP) menemukan diduga pembangunan tersebut tidak sesuai sepepikasi. terlihat pembesian yang tidak sesuai dan mengunakan semen rajawali Ia menilai transparansi dan keterbukaan informasi merupakan kewajiban bagi setiap lembaga yang menerima dana pemerintah.
Kum juga berencana melayangkan laporan resmi jika dalam penelusuran ditemukan kejanggalan pada pelaksanaan proyek PAUD tersebut
"Kami akan mengirim surat ke kementrian dan Kami akan membuat laporan pengaduan ke APH," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepala sekolah paud Asa.Billah
Publik berharap Dinas Pendidikan dan Kejaksaan Agung RI, yang disebut mendampingi kegiatan tersebut, segera melakukan pengawasan agar proyek revitalisasi PAUD Asa.Billah ini berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.(Red//tim)


