Iklan

Proyek Revitalisasi SMA Muhammadiyah Rokal Cilegon Ratusan Juta Diduga Tak Transparan, Papan Informasi Tak Dipasang

Detikflash
Rabu, 26 Agustus 2026, 03:31 WIB Last Updated 2026-08-26T10:39:22Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


CILEGON, Banten, Detikflash.net — Proyek kegiatan revitalisasi SMA Muhammadiyah Link Rokal, Jombang, Kota Cilegon, diduga kurang transparan. Dugaan itu muncul karena proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2026 dengan nilai ratusan juta rupiah tidak dilengkapi pemasangan papan informasi proyek.


Pantauan di lokasi pada Rabu (26/8/2026), tidak ditemukan papan informasi proyek di area kegiatan. Padahal papan informasi merupakan kewajiban yang diatur dalam ketentuan keterbukaan informasi publik.


Ketua Aliansi Inakor, Handi, menilai tidak dipasangnya papan informasi melanggar prinsip keterbukaan.


"Kewajiban memasang papan nama atau informasi pada proyek yang dibiayai oleh keuangan negara, baik APBN maupun APBD, didasarkan pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Mengharuskan badan publik atau pelaksana anggaran negara untuk transparan kepada masyarakat mengenai penggunaan anggaran. Jelas sudah diatur supaya tidak ada anggaran yang tidak jelas. Sekecil apa pun anggaran harus dipertanggungjawabkan," ujar Handi kepada media pada Rabu 26/08/2026.


Absennya papan informasi membuat publik bertanya mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, hingga penanggung jawab proyek revitalisasi gedung sekolah tersebut.

Saat dikonfirmasi di kantornya, Bambang selaku pengawas pelaksana kegiatan revitalisasi SMA Muhammadiyah membenarkan papan informasi belum dipasang. 


"Iya Tidak Dipasang. Papan informasinya," ujar Bambang dengan nada santai seolah bisa saja.


Pernyataan itu memicu kritik. Seharusnya papan informasi dipasang sejak awal pelaksanaan, bukan menunggu desakan dari masyarakat atau LSM.


Meski demikian, Papan informasi proyek merupakan wadah penting agar masyarakat mengetahui pembangunan gedung sekolah itu menggunakan uang negara atau dana pribadi, serta dapat mengawasi jalannya pelaksanaan kegiatan.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepala sekolah maupun dinas terkait mengenai keterlambatan pemasangan papan informasi proyek revitalisasi SMA Muhamadiayah.(*/red).

Komentar

Tampilkan

Terkini