Ketua Pembina Yayasan Ponpes Roihatul Jannah, H. Mutho'i, menjelaskan bahwa pendirian lembaga pendidikan ini lahir dari komitmen keluarga besar untuk mencetak generasi Islami yang unggul. Ia menegaskan, kehadiran pesantren ini bertujuan untuk membantu negara dalam penguatan karakter bangsa melalui kurikulum berbasis Al-Qur'an.
Kata dia, Pondok Pesantren Roihatul Jannah mengusung konsep pendidikan terpadu yang mempertemukan tradisi pesantren salafi dengan sistem pendidikan moderen.
"Kami berupaya memfasilitasi kebutuhan pendidikan masyarakat dengan mengedepankan kurikulum Tahfidz Al-Qur'an. Ini adalah kolaborasi antara metode salafi dan modern," ujar H. Mutho'i di sela-sela kegiatan.
Rencananya, yayasan ini tidak hanya mengelola pondok pesantren, tetapi juga menyelenggarakan pendidikan formal secara berjenjang.
"Ke depan, di lokasi ini akan dibangun institusi pendidikan lengkap, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA)," tambahnya.
H. Mutho'i berharap proses pembangunan dapat berjalan secara simultan tanpa kendala berarti agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Sementara, Lurah Deringo, Ubay Uswaidi, menyambut positif dan mengapresiasi langkah yayasan dalam memulai pembangunan fisik pesantren tersebut. Ia berharap kehadiran institusi pendidikan ini mampu membawa dampak nyata bagi kemajuan daerah.
"Dengan dibangunnya Ponpes Tahfidz Roihatul Jannah ini, kami berharap prosesnya berjalan lancar. Semoga ke depan lembaga ini bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat pada khususnya, dan masyarakat Banten pada umumnya," ujar Ubay Lurah Deringo.
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah, di antaranya: KH M. Nur, KH Khoirul Anwar, KH Maksum (Mancak Asem), KH Humaidilah, KH Sulthon, Abi Baros (Pandeglang), Ustadz Iswanto (Ketua Yayasan Sa'dulloh), Lurah Warnasari dan Lurah Samangraya.
Kehadiran para tokoh lintas wilayah ini mempertegas dukungan masyarakat terhadap pengembangan sarana pendidikan religi yang inklusif dan modern di Provinsi Banten.(*/red).




